Di tengah tuntutan modernisasi sistem hukum yang semakin mendesak, buku L7 Smart: Model Inovasi Mediasi Peradilan Berbasis Digital dan Human-Centered Justice karya Adil Fakhru Roza hadir sebagai terobosan intelektual yang menawarkan wajah baru penyelesaian sengketa di pengadilan. Buku ini tidak sekadar membahas teori mediasi, tetapi membedah secara tajam problem laten praktik mediasi peradilan—mulai dari rendahnya tingkat keberhasilan, lemahnya transparansi mediator, formalisme prosedural, hingga minimnya akses informasi bagi para pihak. Melalui pendekatan yang memadukan digitalisasi sistem, inovasi pelayanan publik, dan prinsip human-centered justice, penulis menghadirkan model L7 Smart sebagai solusi konkret menuju mediasi yang lebih adaptif, cepat, transparan, dan berkeadilan. Ini adalah buku yang berbicara tentang masa depan peradilan: bagaimana teknologi tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memanusiakan pencari keadilan.
Lebih dari sekadar bacaan akademik, buku ini merupakan panduan strategis yang sangat layak dimiliki oleh hakim, mediator, advokat, akademisi, mahasiswa hukum, hingga para pemerhati reformasi peradilan. Dengan delapan bab yang tersusun sistematis, pembaca diajak menelusuri peta persoalan mediasi dari akar regulasi hingga desain inovasi digital seperti L7 Des-Info, L7 TV, digitalisasi administrasi, sistem monitoring, rating feedback, hingga proyeksi integrasi Artificial Intelligence (AI). Kekuatan buku ini terletak pada keberaniannya menawarkan model aplikatif, bukan sekadar kritik normatif. Membaca karya Adil Fakhru Roza berarti membuka perspektif baru bahwa reformasi pengadilan tidak cukup hanya dengan aturan, tetapi membutuhkan inovasi yang menyentuh kebutuhan riil manusia di balik setiap sengketa. Karena itu, buku ini bukan hanya penting untuk dibaca, melainkan patut dimiliki sebagai referensi utama bagi siapa pun yang ingin memahami dan mendorong lahirnya peradilan Indonesia yang modern, efektif, dan berorientasi pada keadilan substantif.